5 Cara Menjaga Anak Agar Terhindar dari Risiko Perokok Pasif

5-Cara-Menjaga-Anak-Agar-Terhindar-dari-Risiko-Perokok-Pasif
Peringatan merokok bisa meningkatkan risiko terkena penyakit atau kanker paru-paru acap diabaikan oleh perokok aktif. Tak hanya perokok aktif saja, lingkaran orang-orang di sekitar bisa menjadi perokok pasif yang memiliki risiko penyakit paru-paru. Apalagi orangtua yang memiliki anak usia dini, sebaiknya hentikan kebiasaan merokok yang membahayakan kesehatan mereka sekarang juga. Buat Anda yang ingin menjaga kesehatan anak terhindar dari
bahaya asap rokok, sebaiknya simak tips singkat ini.

Menjaga kesehatan anak dari bahaya asap rokok

Asap rokok yang terhirup saluran pernapasan anak bisa berdampak pada risiko penyakit batuk, pilek, infeksi telinga, bronchitis, dan lain-lain. Tidak hanya langsung menghirup asap yang keluar dari batang rokok, anak-anak bisa mengalami masalah kesehatan saat terpapar partikel asap atau third hand smoke yang menempel pada pakaian, selimut atau benda-benda sepele lain. Supaya kesehatan anak tetap terjaga dengan baik, sebaiknya Anda mengetahui tips menjaga si kecil dari paparan asap rokok di lingkungan yaitu :

Read More

1. Menetapkan kebijakan rumah bebas rokok

Anggota keluarga yang merokok harus tahu waktu dan tempat untuk menghisap nikotin, bukan lingkungan rumah yang memiliki anak kecil. Menjadikan lingkungan rumah bebas rokok merupakan langkah efektif menjaga kesehatan paru-paru anak yang masih dalam tahap berkembang.

Selain itu, Anda juga harus memastikan perokok berganti pakaian lebih dulu sebelum menggendong bayi atau balita. Ada baiknya ayah yang merokok di luar untuk mandi lebih dulu sebelum bersinggungan dengan si kecil, ya!

Hal ini dikarenakan asap rokok masih menempel pada pakaian orangtua sehingga rentan terhirup si kecil. Jika ada tempat merokok di rumah, sebaiknya sediakan asbak dan pastikan asap tidak menguar ke mana-mana. Puntung rokok harus benar-benar padam di asbak agar asap tidak mengganggu pernapasan orang lain.

2. Menghindarkan anak dari tempat yang memperbolehkan merokok

Saat Anda berada di tempat umum dan masuk kawasan bebas rokok, sebaiknya segera ajak anak pergi dari lokasi. Mengeluarkan anak dari lokasi paparan asap rokok merupakan upaya menjaga pernapasan mereka.

3. Memastikan anak berada di lingkungan belajar bebas rokok

Jika Anda perlu menitipkan anak di tempat penitipan atau sekolah, pastikan memilih lokasi yang aman dan bebas dari asap rokok. Pastikan Anda mengecek lingkungan anak agar bisa meninggalkan si kecil di area yang sehat. Kawasan bebas rokok yang dilengkapi air pollution monitoring bisa memberikan pemantauan terkait kadar polusi udara akibat rokok.

4. Memberikan pengarahan pada anak

Orangtua bisa memberikan pemahaman kepada anak terkait bahaya asap rokok sejak dini. Memberikan pengertian tentang dampak negatif nikotin bisa membuat anak lebih terlindungi dan jauh dari rokok. Pemahaman juga bisa memberikan wawasan pada anak untuk menghindari bahkan enggan bersentuhan dengan rokok kelak.

Agar anak bisa mengikuti pengarahan dengan baik, mulai langkah efektif bebas rokok pada diri sendiri. Kalau orangtua saja merokok, bagaimana anak-anak bisa mendapatkan contoh yang baik. Orangtua adalah role model utama untuk si kecil, bukan?

Yuk, mulai perhatikan kesehatan si kecil yang masih dalam tahap perkembangan dengan menghindari paparan rokok! Bahaya asap rokok bisa membuat bayi atau balita terkena masalah pernapasan yang serius, misalnya pneumonia. Kadar nikotin dalam paru-paru anak konsisten seperti orang dewasa, lho! Orangtua yang memiliki kebiasaan merokok, wajib melakukan upaya berhenti merokok. Kecanduan nikotin tidak hanya membahayakan kesehatan diri sendiri, namun kesehatan anak-anak kesayangan Anda.

 

Sumber :
  • https://www.liputan6.com/health/read/3172631/cara-selamatkan-anak-agar-tak-hirup-asap-rokok-si-tukang-ngebul
  • https://parenting.orami.co.id/magazine/cara-melindungi-si-kecil-sebagai-perokok-pasif/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *