Meneladani Semangat Kakek Kurdi, Seorang Loper Koran di Zaman Digital

Koran merupakan salah satu sumber informasi dan berita. Berbagai peristiwa hari lalu bisa kita dapatkan informasinya secara lengkap di media cetak ini. Harganya pun relatif murah. Tidak jarang pula orang-orang berlangganan koran demi mendapatkan informasi terbaru.

Sayangnya, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah cara orang dalam mendapatkan informasi. Media cetak mulai tergusur ketika televisi dan radio masuk. Koran dianggap usang karena tidak bisa menampilkan berita secara real-time. Kemudian kehadirannya semakin dilupakan ketika media online muncul.

Read More

Media cetak kini beradaptasi menjadi media online. Para pekerjanya pun beradaptasi dengan teknologi terbaru ini. Namun tidak dengan orang-orang yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan koran, seperti Kakek Kurdi.

Siapa Sosok Kakek Kurdi?

Orang-orang yang berjualan koran ini biasa disebut dengan loper koran. Salah satu yang masih setia menjalani profesi ini adalah Kakek Kurdi. Kakek sudah lama menjadi peloper koran dan profesi ini masih tetap dilakoninya hingga kini usianya hampir 90 tahun.

Keberadaan koran semakin tergerus zaman. Namun semangat kakek untuk berjualan tidak ikut tergerus. Dengan semangat yang masih tersisa, kakek menawarkan dagangannya kepada orang-orang di rumah sakit Pusdikkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Beliau tidak berharap banyak. Ada orang yang membeli satu atau dua korannya beliau sudah sangat bersyukur. Kakek Kurdi paham betul kebiasaan orang dalam mendapatkan informasi dan berita terbaru kini sudah banyak berubah. Sebelumnya, orang-orang akan membeli koran untuk mendapatkan berita dan informasi. Kini, kebiasaan tersebut sudah tergantikan dengan kehadiran sosial media dan media online.

Lembar-lembar koran yang dibawanya tidak selaku saat usianya masih muda dulu. Ketika hari telah sore dan tubuhnya sudah lelah, kadang koran-koran yang dibawanya hanya laku sedikit. Jika beruntung dan Allah memberi rizki berlebih, koran-korannya bisa laku dan membawanya uang yang cukup untuk makan dan bayar kontrakan. Penghasilannya per hari memang tidak menentu.

Masa tuanya beliau habiskan bersama dengan sang istri tercinta. Beliau mengontrak di dekat masjid Al-Ihsan, Jalan Batu Ampar 1 RT013/002, dengan biaya sewa Rp350ribu per bulannya. Kakek Kurdi tidak tinggal bersama dengan anak-anaknya karena mereka sudah memiliki keluarga dan tinggal sendiri.

Menurut Kakek Kurdi, kita tidak perlu malu ketika melakukan sesuatu karena kerja keras. Akan tetapi, kita harus merasa malu ketika kita masih bergantung kepada orang lain. untuk itulah Kakek masih tetap berusaha mencari nafkah yang halal untuk keluarga kecilnya meskipun penghasilannya tidak menentu.

Kakek Kurdi tidak menggantungkan hidupnya kepada siapapun selain kepada Allah SWT. Alih-alih menjadi seorang pengemis atau menggantungkan hidupnya dari belas kasihan orang lain, Kakek Kurdi tetap berusaha menjual berlembar-lembar koran setiap harinya.

Kebaikan untuk Kakek Kurdi

Kita bisa belajar dari semangat yang dimiliki Kakek Kurdi. Kita pun bisa ikut meringankan beban beliau dan orang-orang lainnya yang memiliki nasib sama. Caranya dengan ikut bergabung menjadi anggota Produk Asuransi Syariah dari Allianz atau dengan memanfaatkan fitur wakaf dari Allianz.

Allianz sebagai salah satu perusahaan Asuransi Syariah Indonesia terbaik mengajak kita untuk ikut berkontribusi dalam kebaikan dengan menyisihkan sebagian dana yang kita bayarkan untuk program sosial, termasuk di dalamnya adalah memberikan tambahan rizki untuk sosok-sosok inspiratif yang membutuhkan.

Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus dalam satu waktu. Bukan hanya kita mendapatkan manfaatkan dari perlindungan yang ditawarkan, namun juga orang-orang seperti Kakek Kurdi akan mendapatkan manfaat kebaikan yang kita bagikan. Karena sesuatu yang di #AwaliDenganKebaikan akan berakhir dengan kebaikan pula.

Sumber:

http://ketimbangngemisjakarta.or.id/kakek-kurdi-jangan-pernah-malu-untuk-melakukan-sesuatu-yang-baik/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *